Lagi….FKG PETIGAKA Indonesia mengadakan pelatihan daring untuk meningkatkan kualitas guru PPPK Indonesia dalam menorehkan sebuah karya.
Buku adalah jendela ilmu, menulis adalah ikatan agar ilmu yang diberikan berbekas dengan baik dan abadi. FKG PETIGAKA Indonesia mengadakan pelatihan daring untuk meningkatkan kualitas guru PPPK Indonesia dalam menorehkan sebuah karya dalam bentuk buku. Kegiatan ini merupakan salah satu program prioritas Divisi Diklat FKG PETIGAKA Indonesia yang bekerja sama dengan SIPINDO, Republika, dan Penerbit Leguty.
Pelatihan ini dilaksanakan pada Hari Sabtu, 6 September 2025 pada pukul 08.00-12.00 WIB. Selain bisa diikuti melalui zoom, peserta juga dapat menyaksikan pelatihan daring tersebut pada kanal youtube petigaka. Pelatihan ini dipandu oleh Tim Divisi Diklat FKG PETIGAKA Indonesia yaitu Wahyuning Fatimah sebagai pewara dan Defrizal Adam sebagai moderator.
Dalam sambutannya, Dian Parikesit, ketua FKG PETIGAKA Indonesia, menyampaikan bahwa program ini akan dilakukan secara berkesinambungan sehingga menghasilkan karya dalam bentuk buku antologi. Pelatihan yang diikuti oleh 100 peserta guru PPPK ini memiliki dua narasumber.
Narasumber pertama disampaikan oleh Bapak Hery Setiawan. Beliau adalah penulis puluhan buku esai dan penulis buku teks di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, merupakan jebolan KBMN angkatan 28, berasal dari guru PPPK yang bertugas di SMPN 42 Jakarta Utara. Dalam materinya, beliau menyampaikan guru mulia karena karya. Menulis adalah keterampilan yang harus dipelajari dan diilatih. Seorang guru yang tidak lepas dari literasi dan numerasi, harus memiliki keterampilan dalam menulis. Manfaat menulis adalah media berbagi ilmu. Menurut Hery, menulis itu mudah asal mau. Ada tips dan trik untuk memulai menulis yaitu mulai dari niat dan motivasi, membaca sebanyak mungkin, mencatat ide yang muncul, menentukan fokus dan topik tulisan, membuat kerangka tulisan, menulis denngan bahasa yang sederhana dan jelas, jangan takut salah, rutin menulis setiap hari, mengedit dan merevisi, mempublikasikan tulisan, bergabung dengan komunitas penulis, dan menjaga semangat serta konsistensi. Pesan diakhir materi, Hery menyampaikan agar peserta rutin mengikuti pelatihan menulis seperti yang dilakukan saat ini.
Narasumber kedua adalah Teguh Indrawan, seorang editor Penerbit Leguty dengan sertifikat BNSP juga merupakan seorang penulis dan pernah menjadi guru. Dalam materi yang disampaikan, pemateri kedua ini lebih menekankan pada praktik menulis. Beliau menjelaskan langkah demi langkah cara menulis sebuah karya. Pada tahapan pertama, peserta diajak untuk memikirkan ide apa yang ingin disampaikan dalam karya peserta, kemudian apa yang dipikirkan oleh para peserta, diketik dalam chat room zoom tersebut. Selanjutnya pemateri meminta peserta untuk mengubah ide menjadi premis dengan menuliskan satu kalimat awal yang berhubungan dengan ide para peserta. Ada beberapa cara untuk memulai sebuah tulisan yaitu 1. memperkenalkan diri, 2. dialog, dan 3. menggambarkan keadaan alam. Premis yang dibuat peserta diketik kembali ke dalam chat zoom sehingga peserta sangat aktif dalam menuliskan apa yang diarahkan oleh narasumber. Langkah selanjutnya adalah menggunakan strategi tiga kata kunci dalam menulis kalimat selanjutnya. Hal yang ditekankan dalam menulis adalah show n don’t tell. Strategi ini banyak dilakukan oleh penulis cerita inspiratif untuk menggambarkan tokoh dalam cerita tersebut, contoh strategi show dan don’t tell adalah di sebelahku, duduk seorang wanita cantik dengan bulu mata yang lentik, bibir yang merona, dan lesung pipi yang dalam serta rambut hitam yang terurai lurus tanpa gelombang. Di akhir paparannya, narasumber memberikan pesan agar peserta menulis dengan pengetahuan dan perasaan karena karya yang diterbitkan merupakan sebuah jejak kehidupan.
Setelah para narasumber memberikan materi dan tanya jawab yang cukup ramai, pewara memberikan doorprize kepada peserta aktif bertanya dengan cara memuta spinweel, ada lima guru yang mendapatkan dooprize berupa buku bacaan dari Penerbit Leguty.
Di akhir sesi, pewara menyampaikan follow up dari pelatihan ini yaitu peserta diminta untuk membuat satu karya tulis berupa esai yang bertema perjuangan menjadi guru PPPK. Buku karya ini merupakan buku antologi perdana untuk FKG PETIGAKA Indonesia yang akan dijadikan hadiah di Hari Guru pada Bulan November 2025.




